| Lembar Kerja Judicial Review | |
|---|---|
| Tipe Dokumen | Putusan Pengadilan/Yurisprudensi |
| Judul | Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 Tahun 2025 Ikatan Wartawan Hukum, Rizky Suryarandika vs Pemerintah dan DPR |
| T.E.U. Badan | Indonesia. Mahkamah Konstitusi |
| Nomor Putusan | 145/PUU-XXIII/2025 |
| Jenis Peradilan | Mahkamah Konstitusi |
| Singkatan Jenis Peradilan | - |
| Tempat Peradilan | - |
| Tanggal-Bulan-Tahun dibacakan | 19-01-2026 |
| Sumber | Mahkamah Konstitusi |
| Subjek | UU - PERS |
| Status Putusan | Tetap |
| Bahasa | Indonesia |
| Bidang Hukum | Hukum Administrasi Negara |
| Lokasi | BIRO HUKUM KOMDIGI |
| Lampiran | |
| Deskripsi | |
|---|---|
| Pemohon | Ikatan Wartawan Hukum (Pemohon I) Rizky Suryarandika (Pemohon II) |
| Pemberi Keterangan | Pemerintah dan DPR |
| Obyek Permohonan | Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers |
| Tingkat Penanganan | Mahkamah Konstitusi |
| Keterangan | Batu Uji: Pasal 1 ayat (3), Pasal 28D ayat (1), Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Amar putusan: 1. Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk sebagian; 2. Menyatakan frasa “perlindungan hukum” dalam norma Pasal 8 UU Pers bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai “termasuk penerapan sanksi pidana dan/atau perdata terhadap wartawan dalam menjalankan profesinya secara sah hanya dapat digunakan setelah mekanisme hak jawab, hak koreksi dan dugaan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik berdasarkan pertimbangan dan upaya penyelesaian oleh dewan pers tidak mencapai kesepakatan sebagai bagian dari penerapan restorative justice”. 3. Memerintahkan pemuatan Putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya; 4. Menolak permohonan para Pemohon untuk selain dan selebihnya. |